Arsip untuk Uncategorized

Ingatan-ingatan masa muda yang tidak mau pergi

(Mungkin mengingatkan, you are not that young anymore)

 

Telagawaja, 1995

Kapal karet kecil di sungai mungil

 

94-95, Menumpang motor di ring-road utara Yogya

Satu tangan berpegangan di pinggang

Tangan yang lain bergenggaman

 

Gunung Lawu, 1994

Malam gelap, napas tinggal sisa-sisa

Teman-teman baru di sekeliling

Seorang teman menggandeng tangan

Sampai di puncak

 

Durian Gadang, mungkin sekitar 98

Jembatan layang

”berbuat” di sungai

Setelah penantian 7 hari yang menyiksa

Hahahahaha

 

Serayu, sekitar tahun 90-an

Setelah seharian bermain bersama air

Api unggun di tengah lumbung padi

Hangat di badan, hangat di hati

 

Boulevard, sekitar tahun 99

Seorang teman berkata, ”Kamu kelihatan capek.”

Brr. Setetes embun di hidup yang keras

 

Konser Twilight Orchestra

Grha Sabha Pramana

Hujan deras, tiket di kantor Bernas

Sepatu di belakang kulkas

 

Balairung, 2001

4 orang teman berkumpul

Setelah pembahasan panjang soal skripsi

Meraba masa depan

”menggelambir”

 

Aha, satu lagi tidak boleh terlupakan

OPSPEK UGM 1994

Numpang motor keliling kota

Demi balon gas 5 buah

Yang hanya tersisa 3 sampai di rumah

Hiks, Cepit Baru

 

Taman Permata, 13 Nopember 2008

Sungguh, masa muda memang tidak bisa kembali ya?

Tinggalkan sebuah Komentar

sungguhsungguhbersyukurlah

Bisa dibaca “sungguh-sungguh bersyukurlah!”

Lengkap dengan tanda seru di akhir setiap kalimat perintah

Yang berarti persis seperti meminta orang untuk sungguh-sungguh bersyukur

Bukan sekedar ucapan ”Alhamdulillah”

Atau ”puji Tuhan” yang ringan di bibir

Tapi sungguh-sungguh bersyukur

Bersyukur dengan kesungguhan hati atas semua nikmat yang dipinjamkan

 

Nikmat makan enak

Nikmat tidur nyenyak

Nikmat mandi sendiri

Nikmat melakukan rutinitas yang membosankan

Bersyukur dengan kesungguhan hati,

Dengan kerendahan hati,

Mengucap terima kasih atas semua nikmat yang dipinjamkan

 

Atau bisa juga dibaca dengan cara kedua

“sungguh-sungguh, bersyukurlah”

Tanpa tanda seru di akhir dengan sedikit sentuhan koma di tengah kalimat

Yang artinya mengingatkan orang untuk sekedar mengucap terima kasih

Kalau belum bisa bersyukur dengan sungguh-sungguh

Paling tidak bersyukurlah once in a while

Hamburkan saja kata “Alhamdulillah”

Kalau hati masih belum bisa bersyukur

Semoga malaikat mencatat perbuatan bibir kita

 

Alhamdulillah…..

 

*After 4 straight days in bed

A gentle reminder for myself

Taman Permata, 13 Nopember 2008

Tinggalkan sebuah Komentar

Sejuta Maaf

Sepasang mata merah

Rasa sakit karena penolakan

Maaf

 

Sepasang mata sedih

Sakit karena pengkhianatan

Cintanya tidak berbalas setimpal

Maaf

 

Sepasang mata nanar

Marah, tak tahu pada siapa

Bingung, bagaimana hidup mengantarkannya ke titik ini

Maaf

 

Lidah yang tajam seperti silet

Mata yang marah siap menerkam

Kata-kata terlontar tanpa saduran

Hati yang iri, sirik, tak terpuaskan

Maaf

Maaf

Maaf

 

Taman Permata, Nopember 2008

Untuk semua, maaf

Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan yang Lebih Tua »