Salah satu tugas konsultan yang tidak kusukai adalah menyampaikan kabar buruk buat klien bahwa perusahaannya selama ini menyalahi norma tertentu sehingga membutuhkan pembetulan di sana sini. Kalau gak dikasih tau, katanya sebagai konsultan kurang lengkap memberikan datanya. Kalau dikasih tahu, katanya orang luar tahu apa soal internal organisasi. Hmpf, susahnya cari duit, hehe.
Ditambah beberapa wajah yang cukup muda di tim-ku, pada perusahaan yang semi tradisional, selalu jadi masalah. Selalu ditanya-tanya soal, tahu apa anak muda, gak punya pengalaman apa-apa. Wah, susah juga ya kalau anak muda dianggap gak bisa apa-apa sampai tiba waktunya tua nanti?
Serunya adalah ketemu sama orang-orang yang walaupun nggak terima sama hasilnya, tapi setelah melalui perdebatan yang panjang kemudian mengakui bahwa beberapa hal dari presentasi ku ternyata ada benernya. Serunya juga ngeliat para orang tua yang sangat terbuka sama kemungkinan perubahan tanpa merasa ada serangan secara pribadi buat dirinya sendiri.
Haaaah, ternyata berusaha jadi cermin itu memang susah ya? Buruk muka cermin dibelah kalau kata peribahasa. Tapi cermin kan sudah pasti objektif. Lha kalau manusia kayak aku, belajar jadi cermin, lumrah kan kalau orang jadi bertanya-tanya apakah aku objektif atau gak? Toh mereka gak pernah liat dalam hatiku. Hehe.
Kelud Utara, 13 Maret 2008
After a very long discussion with a client.




