Pagi-pagi menjelang berangkat ke Bandung, sempat-sempetin nonton TV, berita infotainment terpagi bilang, Gito Rollies meninggal dunia di usia 62 tahun. Banyak pikiran mampir di kepala. Oh, ternyata memang benar, setiap orang itu mati pada akhirnya.Wah sesungguhnya kita gak tahu kapan kita akan dipanggil mati.Beruntung banget Gito Rollies meninggal malam Jumat, setelah beberapa tahun terakhir jadi dai yang sangat kukagumi.Lagi ngapain ya dia sekarang di sana?Apa yang dia rasain ya melihat semua pemberitaan yang menyebut ”hanya” kebaikannya?Iya sedih, katanya dia merasa kehilangan Gito Rollies.Aku terus terang gak sedih. Aku gak kenal Gito Rollies secara personal. Tapi menurutku, saat ini dia udah dapetin apa yang selama ini dia inginkan, hidup di alam ruh setelah berusaha keras membayar semua kesalahan yang pernah dia lakukan pada masa hidup sebleumnya.What in the world would you ask?Aku puas, bahagia, terharu, wondering if I would, dengan cara Gito mengucapkan “selamat tinggal” sama kehidupan yang fana ini. What a lucky person. Jumat, 29 February 2008, hari terakhir bulan February di tahun kabisat iniJayakarta Hotel, BandungPs. Di hari yang sama Gito Rollies meninggal, bibiku ulang tahun sekaligus meluncurkan buku terbarunya di Semarang. Congratulations! Pagi-pagi menjelang berangkat ke Bandung, sempat-sempetin nonton TV, berita infotainment terpagi bilang, Gito Rollies meninggal dunia di usia 62 tahun. Banyak pikiran mampir di kepala.
Oh, ternyata memang benar, setiap orang itu mati pada akhirnya.
Wah sesungguhnya kita gak tahu kapan kita akan dipanggil mati.
Beruntung banget Gito Rollies meninggal malam Jumat, setelah beberapa tahun terakhir jadi dai yang sangat kukagumi.
Lagi ngapain ya dia sekarang di sana?
Apa yang dia rasain ya melihat semua pemberitaan yang menyebut “hanya” kebaikannya?
Iya sedih, katanya dia merasa kehilangan Gito Rollies.
Aku terus terang gak sedih. Aku gak kenal Gito Rollies secara personal. Tapi menurutku, saat ini dia udah dapetin apa yang selama ini dia inginkan, hidup di alam ruh setelah berusaha keras membayar semua kesalahan yang pernah dia lakukan pada masa hidup sebleumnya.
What in the world would you ask?
Aku puas, bahagia, terharu, wondering if I would, dengan cara Gito mengucapkan “selamat tinggal” sama kehidupan yang fana ini. What a lucky person.
Jumat, 29 February 2008, hari terakhir bulan February di tahun kabisat ini
Jayakarta Hotel, Bandung
Ps. Di hari yang sama Gito Rollies meninggal, bibiku ulang tahun sekaligus meluncurkan buku terbarunya di Semarang. Congratulations!




