-1Pinggir Gatot Soebroto, 12 June 2007
Dari dulu aku percaya setiap manusia itu punya mimpi.
As they grow older,
Beberapa mulai lupa bermimpi,
en they are fine,
karna orang lupa bahkan menurut Allah gak berdosa
karna lupa bikin mereka gak merasa kehilangan sama sekali
Beberapa mulai mewujudkan mimpinya,
Dan berhasil, tentunya they are really fine, merasa akhirnya merasa hidup memperlakukan mereka dengan adil dan bahwa Allah mendengarkan doa-doa mereka selama ini
Ada pula yang jatuh bangun, yang kedua ini juga fine dengan perjuangannya, hanya bertanya-tanya, apa maksud Allah dengan segala jatuh bangun nya mereka
Yang terakhir, usaha dan gagal, walaupun sakit, mereka ini juga merasa bahwa hidup memberikan banyak pelajaran bagi mereka, untuk usaha yang berikut nya
Aku sedih untuk kelompok orang yang terakhir,
Orang-orang yang dalam hati bermimpi tapi dalam tindakan dia menutupi nya,
Karena mereka adalah orang yang teraniaya,
Teraniaya dari mimpi yang bebas dilakukan semua orang,
Teraniaya karena merasa hidup memperlakukan mereka tidak adil,
Teraniaya karena merasa bahwa mimpinya is truly a dream,
Utopia yang gak akan terwujud
Which is at the end, is true,
bukan karna Allah yang gak adil atau dunia yang kejam,
Tapi karena mereka terlalu takut menunjukkan mimpinya pada orang lain,
Terlalu takut untuk bertindak dengan kemungkinan gagal
Terlalu takut buat berharap lagi dan lagi
Terlalu takut untuk merasa diri cukup baik sehingga Allah akan memperhatikan doanya,
Dan memutuskan untuk tidak melakukan apa pun.
Ihiks.
DI mata mereka aku Melihat kemarahan dan kesedihan….
Dalam kemarahan dan kesedihan mereka, aku ikut bersedih…




