Yes, pertanyaan yang biasa kudengar dari teman-teman baru, apa lagu favoritmu? Aku punya banyak lagu favorit dan tentu punya alasan kenapa aku suka lagu itu. Yang pertama dan terutama, aku suka That’s The Way It Is-nya Celine Dion. Why? Karena kalimat-kalimatnya membuatku selalu bangun kembali setiap kali habis terjatuh. Liriknya membuatku menangis di siang bolong bahkan ketika sedang mengetik proposal buat salah satu klien. Karena by support of this song I decided not to quit from where I was at that time. You know, I save some of my story to be my little secret. Anyway, It is a great song. Don’t give up on your faith.
Terus, aku juga sangat suka sama lagu yang ada kata-kata ini, aku gak tau judulnya:
I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
I spread my wings and fly away
Yang ini, apa juga perlu diterangkan? Hehe, pilihan jalanku sering kali sepi dan tidak populer. Kayak memutuskan buat sekolah lagi saat sudah punya pekerjaan yang menurut beberapa orang baik. Terus memutuskan buat memulai usaha sendiri saat beberapa perusahaan bersedia menggajiku dengan angka yang membuatku sempat tergoda. Dan tentu memutuskan untuk mencintai laki-laki satu ini, sementara banyak laki-laki ”mudah” yang bisa kudapatkan. Ada-lah gak banyak juga, hehe. Lagu ini membuatku semangat setiap kali aku merasa kesepian di jalan pilihanku. Aku gak pernah menyesal sama pilihan jalanku, tapi kadang aku merasa lelah jalan sendirian dan lagu ini membuatku yakin, it’s worth to do. Yes!
Ada lagi lagu Indonesia yang kusuka, lagunya Jikustik yang 1000 tahun. Kenapa ya, karena kesannya itu lagu sangat sopan dan romantis menurutku. For me, lebih romantis dari lagu yang cuman menyediakan Sabtu dan Minggu buat pacarnya (hehe). Karena as a woman, aku merasa perlu diperjuangkan, ditunggu dan diusahakan keras. Lagu ini membuatku merasa jadi perempuan spesial karena bersedia menungguku 1000 tahun, walaupun nyatanya Cuma 7 tahun but feels like 1000. Huahaha. Lagu ini mengingatkanku sama beberapa laki-laki luar biasa yang bersedia menunggu 1000 tahun bagi orang yang dicintainya dengan cara-cara terhormat. Menunggu man, bukan berselingkuh lho. Hmm, gini perbedaannya. Menunggu means you have to be passively involved dalam kehidupan perempuan yang kamu cintai. Tapi selingkuh berarti you are actively involved, dengan pura-pura memeluknya saat dia bermasalah sama pacarnya atau mengajaknya makan malam saat pacarnya di luar kota. No, itu selingkuh, berbeda sama filosofi menunggu 1000 tahun. Hehe. Don’t take it personal.
Masih banyak lagu lain yang kusuka, tapi 3 lagu ini sungguh-sungguh menemaniku di saat the lowest part of my life. A-must-work season (ihiks). Skripsi. The-I-Hate-Myself moment. My forbidden boyfriend (not anymore now, thank God). Tugas akhir with that respectful lecturer. The crawling moment of Arupakarta!. Huuh, jalan-jalan menuju kebenaranku yang (hampir) selalu sepi. But I survive man, I do survive.
Ya, all I wanna say is, God do wink to me, to you, to us, through many different tools. Song is one of them for me. And I thankful for that.
So, do you have favorite song? What is it? And why? The moment you find the reason may be is the moment God winks to you.
With unbelievably huge love,
Di meja kerja baruku, 24 Februari 2005




