Arsip untuk September, 2005
Peluk Aku & Biarkan Aku Menangis
Peluk Aku dan Biarkan Aku Menangis (ihik)-kembali dari perjalanan bisnis yang spiritual dari Surabaya, 10 Sept 2005- Aku ingin teriak sejak pertama kali membayangkan wajahmuAku ingin lari sekuat kaki memutar langkah; menabrakmu dan berkata;Peluk aku dan biarkan aku menangis Aku tahu kau akan bertanya dengan mengangkat satu sisi alismu;Kenapa? Apa? Kenapa jadi sedih? Kenapa? Dan aku akan teriak dan berkata;Peluk saja aku dan biarkan aku menangisJANGAN BANYAK TANYA! Aku ingin menangisi kebodohankuAku ingin menangisi kecintaankuAku ingin menangisi penyesalankuAku ingin menangisi rahmat yang kuterima hari iniAku ingin menangis karena puisi yang kubaca di pesawatAku ingin menangis karena bertemu orang-orang hebat hari iniAku ingin menangis karena tiba-tiba awan nampak sangaaaaatlah indahAku ingin menangis karena merasa penuhAku ingin menangis karena hatiku ingin meledakAku ingin menangis karena; tidak ada tawa yang bisa menggambarkan bahagiaku hari ini Hanya tangis yang bisa
Tapi, aku hanya butuh seorang teman pemeluk Aku butuh kau membiarkanku menangis dalam pelukanmuKalau kau ijinkan aku memeluk dan menangis di bahumu,Aku berjanji akan menangis lebih keras lagi, karenaItu artinya hari ini aku harus menambah daftar rahmat yang kuterima Dan kau?Kau hanya diamMemeluk dengan penuh tanda tanyaHilang bersama kelok sel abu-abukuMengelus punggungku, sambil berkataTerima kasih Apa? Terima kasih? Cukup kataku!Tak bisa kuterima satu lagi ucapan terima kasih hari iniHari ini aku lelahLelah menerima terlalu banyak kebaikan dari semestaLelah karena aku belum memberi sebanyak ituJadi tolong hentikan terima kasihmu Peluk saja aku; danBiarkan aku menangis di pelukmu. Itu sudah lebih dari cukup buat hari yang penuh berkah dan rahmat ini.






